catatanjabar.com – SUKABUMI, Hujan deras yang melanda Sukabumi sejak Minggu, 13 April 2025 mengakibatkan luapan Sungai Cidadap dan menghancurkan jembatan darurat di Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua, Kecamatan Simpenan, Senin dini hari. Kejadian ini memutus akses bagi kendaraan roda empat dan roda dua di jalur tersebut. Jembatan darurat tersebut dibangun pada 18 Maret 2025 lalu.
Kejadian ini terjadi setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai perbaikan jembatan permanen Sungai Cidadap di Bojongkopo pasca Lebaran Idul Fitri 2025. Jembatan lama amblas akibat diterjang banjir pada 6 Maret 2025. Akibatnya, akses Palabuhanratu ke Jampang via jalur nasional tersebut ditutup sementara dan dialihkan melalui Jampang Tengah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti, menjelaskan bahwa perbaikan jembatan Cidadap Bojongkopo akan dilakukan secara permanen oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat. Jembatan lama yang dibangun tahun 1992 dengan bentang 50 meter akan dibongkar dan diganti dengan jembatan baru yang lebih lebar, dengan bentang 60 meter. Proyek ini ditargetkan selesai dalam 4 bulan dan seluruh biaya ditanggung Kementerian PUPR.
Untuk menjaga akses masyarakat selama proses pembangunan, Kementerian PUPR juga akan membangun jalan darurat khusus pejalan kaki dan sepeda motor di sisi jembatan.
RED/SNI
















